Little Hope

  • by
little hope

little hope

Sebelumnya, nama Supermassive Games tidaklah terkenal bahkan mungkin banyak di antara kalian yang tidak mengetahui nama tersebut. Memang nama Supermassive Games ini lebih melekat dengan nama Sony dengan pendekatan story yang sangat unik. Akan tetapi hal tersebut telah berubah dalam beberapa tahun terakhir ini. Setelah berubah dan di bawah bendera Bandai Namco, mereka telah memutuskan untuk membuat game multiplatform. Lebih mengejutkan lagi, mereka langsung membuat proyek ambisius yang bertema The Dark Pictures Anthology yang di rencanakan akan memuat setidaknya 6 game horor yang berbeda beda. Hal ini seperti PKV Games yang memberikan 9 game permainan berbeda yang dapat anda nikmati hanya dengan 1 id saja.

Mereka akan tetap memuat format game tersebut interactie story yan pasti memiliki ciri khas mereka, yang biasanya memuat banyak karakter yang berusaha untuk bertahana hidup bersama sama, dengan konsekuensi pilihan yang dapat berakhir pada kematian instan untuk sang karakter di kala itu juga. Kini seri game terbaru mereka telah keluar. Setelah berhasil menarik banyak perhatian pada seri sebelumnya The Dark Pictures: Man of Medan yang mengambil tema kapal hantu, The Dark Pictures terbaru kali ini akan datang dengan seri kedua yang mengambil nama “Little Hope”. Dari sekian trailer dan screenshoot yang sudah beredar, ia terlihat mengembangkan tema supernatural yang jauh lebih kental, dimana karakter karakter yang di kembangkan mampu bergerak melintasi waktu, berjuang melawan monster yang tidak dapat di jelaskan secara nalar, dengan misteri yang tidak dapat di jelaskan.

Pendekatan yang cukup ekstrim apabila di bandingkan dengan Man of Medan ini tentu saja membuat banyak rasa penasaran dari seri terbarunya ini. Salah satu identitas game game yang di kembangkan oleh Supermassive, dari Until Dawn hingga Man of Medan berpusat dari terperangkapnya sekelompok orang di tengah situasi horror penuh misteri dengan pilihan serta konsekuensi yang dapat mempengaruhi kemungkinan setiap dari mereka untuk keluar dari situasi tersebut hidup hidup. Konsep ini pun di berikan di dalam Little Hope.

Narasi tetap akan di sajikan oleh The Curator yang kini akan menelusuri kisah sekelompok mahasiswa bersama dengan sang dosen yang terperangkap di dalam sebuah desa berkabut yang penuh misteri bernama The Little Hope. Mereka tidak merencanakan hal tersebut, hanya saja bus yang mereka tumpangi berakhir terbalik yang membuat mereka terjebak di sana. Karakter karakter yang akan anda mainkan adalah Andrew, Angela, Taylor, Daniel serta dosen mereka John yang terjebak di dalam sini. Seperti yang dapat anda tebak, tempat yang mereka terjebak ini bukanlah kota biasa.

little hope

Di awal permainan mereka akan langsung di sambut dengan kabut tebal yang menyelimuti kota tersebut. Kabut tersebut bukanlah kabut biasa. Terpisah dari sang supir bus yang menghilang entah kemana, usaha untuk keluar dari kota ini tidak berbuah hasil sama sekali. Ambisi mereka untuk menembus kabut tebal ini selalu membuat kelompok ini pada akhirnya kembali pada titik awal mereka. Kabut tersebut layaknya tidak mengijinkan mereka untuk pergi selain menuju ke kota tersebut. Di tambah lagi selama perjalanan mereka akan bertemu dengan situasi aneh, dimana makhluk misterius yang mampu menarik mereka ke dalam masa lalu. Masa dimana perburuan penyihir masih sangalah normal di dalam masa tersebut. Lebih mengejutkannya lagi pihak pihak yang terlibat dalam perburuan tersebut memiliki wajah yang sama dengan kelompok studi yang terjebak disini.

Kabut, kota misterius yang menjebak mereka, serta misteri yang mengancam nyawa mereka. Mungkin bagi kalian yang menyukai permainan Silent Hill akan merasa bahwa permainan ini memiliki kemiripan dengan game buatan Konami tersebut. Apalagi dengan misteri misteri yang terjadi soal bagaimana kabut ini dapat membuat mereka untuk keluar dari kota ini sambil mengelilingi sebuah wilayah yang semakin anda eksplorasi semakin menunjukkan bahwa tempat tersebut tidak berpenghuni sama sekali.

Walaupun memiliki ciri yang serupa, ide tersebut tidak masuk kedalam kategori meniru. Bukan hanya karena gamenya sendiri yang lebih berpusat pada sisi interactive story yang akan membawa anda secara otomatis dari satu lokasi menuju lokasi lainnya. Juga karena dari cerita yang di kembangkan oleh seri ini. Pada saat anda mulai memasuki kisah utama yang lebih memfokuskan pada cerita utama yang memang lebih memusatkan cerita mengenai pengadilan pada masa lalu yang mengenai penyihir tentu membuat kesan mengenai game Silent Hill ini terasa di patahkan.

Little Hope juga sepertinya lenbih mengandalkan Jump Scare di dalam permainan di bandingkan dengan atmosfer horror yang di buat oleh Silent Hill. Mereka terasa beranggapan bahwa rasa takut akan di pincu dari suara keras atau dari visual yang menyeramkan yang secara tiba tiba akan muncul di depan monitor. Dari segi visual, anda akan terasa merasakan mencicipi game game Supermassive Games sepertinya tidak akan asing lagi dengan kemampuan mereka dalam menyajikan model karakter yang sangat mengangumkan. Hal serupa juga dapat anda harapkan dari seri game ini juga sangat akurat untuk beberapa emosi, dari ekspresi terkejut, takut bahkan keragu raguan. Akan tetapi sayangnya ia juga masih memiliki masalah yang juga terjadi pada seri seri sebelum mereka seperti transisi scene yang masih terasa canggung. Potongan potongan scene yang berjalan runtut terkadang terlihat aneh dan tidak pas dengan transisi yang cukup membinggungkan. Juga ada beberapa bagian di mana sang karakter mengekspresikan dirinya secara tidak natural.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *