Assassin Creed Valhalla

  • by

assassin creed

Tidak lagi mengembangkan sistem rilis tahunan dan memberikan sedikit ruang napas untuk tim developer untuk membuat seri terbaru memang memberikan kontribusi yang positif bagi franchise populer milik dari Ubisoft Assasin’s Creed. Inovasi yang di hasilkan melalui seri Origins beberapa tahun yang lalu, terutama melalui pendekatan visual dan mekanik yang lebih yang lebih kental ke action RPG ternyata disambut positif oleh banyak gamer. Angka penjualan fantastis menjadi bukti nyata, yang kemudian di ikuti dengan lebih banyak Assassin’s Creed yang mengembangkan konsep yang serupa. Yang terbaru siap membawa Anda ke perjalanan bangsa Viking yang tentu saja, juga menawarkan beberapa hal baru di dalamnya. Benar sekali, kita tengah bicara soal Assassin’s Creed Valhalla.

Untuk mewakili sepak terjang bangsa Viking yang memang sempat “singgah” di Inggris tersebut, Valhalla menawarkan sistem settlement yang kini menjadi basis gameplay loop. Bahwa alih-alih sekadar berpetualang dan menjalankan misi pembunuhan atas nama cerita, Anda kini punya “rumah” yang bisa Anda kembangkan. Lewatnya pula, beberapa event penting, baik yang diposisikan sebagai cerita utama ataupun sampingan bisa mengemuka. Valhalla juga membawa kembali kesempatan untuk melakukan aksi one-hit kill saat melakukan assassination, fitur yang sempat hilang di seri sebelumnya.

Seperti di seri masa lalu, cerita Assassin’s Creed Valhalla berpusat pada dua karakter yang saling terhubung satu sama yang lain. Di era modern adalah Lyla Hassan yang terus mencari solusi mengenai masalah gelombang elektromakgnetik bumi yang berpotensi menghasilkan kiamat kecil yang baru. Kembali menggunakan Animus, kali ini ia akan menjelajahi hidup seorang pejuang Viking bernama Eigor yang dipercaya sebagai memiliki kunci solusi untuk masalah ini.

Eivor sendiri adalah seorang pejuang Viking yang di angkat sebagai anak oleh Styrbjorn – salah satu raja klan di Norwegia yang juga memiliki anak laki laki lain, Sigurd. Kecewa dengan keputusan sang ayah yang memutuskan untuk menyerah pada raja baru atas nama damai alih alih berperang, Sigurd pun mengajak Eivor untuk memulai kerajaan mereka sendiri di Inggris. Beranggotakan para anggota klan yang memiliki pendapat yang sama, Sigurd juga di temani oleh duo assassin – Bashim serta Hytham yang hadir sebagai teman sejak pertualangannya di Konstantinopel. Namun seperti yang bisa anda prediksi, perjalanan mencari dan membangun rumah baru ini tidaklah mudah. Mencari kesuksesan juga tidak lah mudah namun anda dapat mendapatkannya dengan mudah di dalam PKV Games yang menjamin setiap kemenangan yang di dapatkan oleh para membernya.

Sebagai tangan kanan andalan Sigurd, menjadi tugas Eivor untuk memastikan bahwa proses ini berjalan selancar dan sedamai mungkin. Aksi lobi untuk mengunjungi kerajaan kerajaan kecil di sekitar settlement atas nama mencari dukungan, sekaligus memperkenalkan diri, menjadi tanggung jawab Eivor. Namun di sisi lain, Eivor juga harus berhadapan dengan sebuah konflik internal yang dimana ia tidak dapat mengesampingkan begitu saja. Sang peramal dalam klan- Valka sejak awal sudah memperingati Eivor bahwa di suatu titik dalam perjalanannya Eivor ia akan berujung mengkhianati Sigurd, saudara angkatnya sendiri. Perjalanan Eivor juga pelan tapi pasti akan mengungkap eksistensi organisasi belakang layar yang sepertinya memiliki misinya tersendiri di setiap kerajaan.

Inggris memang tempat pertama bagi game Assassin Creed Series. Bagi anda yang mungkin telah pernah bermain di seri Sydicate yang membawa tema revolusi industri di Inggris yang mulai modern sebagai basis setting. Valhalla bertempat di lokasi yang sama, namun dengan timeline yang jauh berbeda. Kita bertemu dengan Inggris yang masih terkotak kotak, kelam dengan begitu banyak konflik dan kematian muncul dari beragam arah. Bersama dengan datangnya Viking, penjarahan juga menjadi bagian sejarah yang tidak terelakan. Oleh karenanya dari sisi presentasi Visual, Valhalla memang terlihat jauh lebih hambar serta terlihat lebih dark apabila di bandingkan dengan seri sebelum sebelumnya. Salah satu alasan lainnya adalah karena kondisi Inggris di masa lalu itu memang tidak sebagus saat ini Apabila di seri sebelumnya anda akan di diberikan visual patung patung besar, kuil megah serta kota berlapiskan batu batu marmer di berbagai sudut. Hal ini tidak akan anda temukan di dalam seri Valhalla. Hampir semua wilayah yang anda temui akan berakhir menjadi desa desa kecil yang hidup dengan hanya mengandalkan sungai Thames.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *